perempuan, marilah kita belajar diam
lalu kita hayati pinggul kita
yang bergoyang pagi-pagi
pagi yang absen dari puisi
semisal pagi ini
bahkan saat pinggul dan badan sekujur
terlalu kikuk untuk meliuk
kita tahu pasti, masih ada
yang bertalu
terselip
di sela ngilu

Tinggalkan Balasan