(kado ulang tahun ke-66 Bunda Diah Hadaning)
gemulai ayunan selendang hati
kuda-kuda sejati adalah bersiap mati
sebelum tarung dimulai
sampar kaki menjadi zikir hamparan pasir
sudut mata menaksir
jarak dan ketukan titir
lalu hentak
saat kendang mulai rampak
saat pagar betis merapat
saat hawa mulai mampat
lalu hentak
saat gong menggaung
dan gerak menjadi gung
awang-uwung yang hening
menetes bening

Tinggalkan Balasan