seperti sungai
arusmu menggerus kerikil ingatan
lalu menghanyutkannya dalam lupa
sketsa-sketsa dan gambar-gambar menua
serupa kisah-kisah yang berulang di setiap singgah
sedangkan catatan-catatan tercecer
sebagai remah roti, sengaja kau serak sepanjang tualang
meski kau tahu, takkan pernah membawamu pulang
seperti sungai
arusnya melacak guratan di sudut-sudut mata
mengalirkan kata-kata terperam sekian lama
mimpi-mimpi rahasia dan doa diam-diam
kadang tak kuasa mencatat malam
sedang setiap ruas dan sendi telah khatam dalam hitungan
hari demi hari semakin lepas dari cekau waktu
meski kau tahu, di sungai ini kita kian akrab dengan batu

Tinggalkan Balasan