– kepada Diah Hadaning
ijinkanlah kami menuangkan teh ke cawan beling, lalu menyuguhkannya ke meditasimu yang hening. lalu, engkau akan mengajarkan kidung-kidung puja ke ubun-ubun kami, seperti siraman air tigarupa kembang wangi, meruwat setiap aksara di tubuh kami*. hari ini engkau mengingat matahari pertama, sedangkan kami susah payah merangkai cerita. di matamu yang senja, kami ini remaja yang sedang belajar berdoa.
maka berkidunglah, bunda. ajari kami memuja Cinta!
__________________________
* dicuri dari cerita Wayan Sunarta tentang tradisi nyastre Hindu Bali, dalam sebuah obrolan santai

Tinggalkan Balasan