– kepada Diah Hadaning

ijinkanlah kami menuangkan teh ke cawan beling, lalu menyuguhkannya ke meditasimu yang hening. lalu, engkau akan mengajarkan kidung-kidung puja ke ubun-ubun kami, seperti siraman air tigarupa kembang wangi, meruwat setiap aksara di tubuh kami*. hari ini engkau mengingat matahari pertama, sedangkan kami susah payah merangkai cerita. di matamu yang senja, kami ini remaja yang sedang belajar berdoa.

maka berkidunglah, bunda. ajari kami memuja Cinta!

__________________________
* dicuri dari cerita Wayan Sunarta tentang tradisi nyastre Hindu Bali, dalam sebuah obrolan santai


One response to “Sajak Secawan Teh”

  1. Avatar agus dwi utomo
    agus dwi utomo

    kalau hanya secawan,
    tak mampu menghapus dahaga kami.
    kalau engkau mengingat matahari,
    berarti tlah engkau lewati malam.
    kalau engkau ketemu malam pastinya bersandi bulan.
    maka kenalkan dan ajarkan aku tentang bulan bersanggul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *