1.
syahdan kisah-kisahpun sungkur dalam istirah panjang. dorman dalam rendam ingatan, sesekali terbangun oleh igau dan demam, lalu kilas kilatan hikayat berkelebatan dalam lebat dedaunan nasib, dalam rimbun reranting peristiwa. waktu mengubur segala, membangkitkan segala, mematikan segala, menumbuhkan segala. lalu tunas-tunas cerita, kecambah sejarah bermula berakhir bermula. semak-semak pun tumbuh dari tawa dan airmata, dari sendawa dan ceguk dahaga. adakah yang sungguh tumbuh dari kata-kata?
2.
kami menulis kisah pengantar tidur, kesah pencatat umur, di ketiak rantai karbon tempat kami melukis jejak-jejak kaki sehari-hari. kami menggambar sketsa wajah kota, diagram pengingat titik di kulit bumi, namun selalu saja kami lupa menghitung gempa dan kencing kami. lalu, di antara dua lupa dan dua gempa, kami saksikan kayu kata-kata tumbuh menjulang, merimbun, melebat. sedangkan kami hindar sembunyi di balik batang mati yang rebah, menyuguhkan tubuh kami pada belatung dan cacing tanah.

Tinggalkan Balasan