sebutir kerikil

pelepah slumpring kering

angin kemarau

geliga dada semakin kering

aking oleh nanar mata kita

di sibak dedaun jambu yang mengering

kutelisik mencari uap yang tertangkap

embun tadi pagi

sebelum senyuman

pergi


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *