kupu-kupu menari di dalam perutku
demikianlah debar tertafsir
angin melukis kenangan, tak selalu manis
seperti perapian musim dingin kehabisan bara juga
suatu ketika
panggung masih terbakar oleh hiruk-pikuk dada
pertunjukan berjalan tanpa penonton
drama, drama, drama
kupu-kupu menari di dada telanjang
luka bakar nganga darah hitam nyala
iblis menari bersama kupu-kupu di dada telanjang
merayakan kemenangan sesaat lalu
sayap-sayap terkoyak pilu
bara saling tikam dalam ilusi pesulap
dada-dada telanjang tertujah ribuan kali
ke mana jatuhnya denting nyeri?
*sebuah komposisi karya Beethoven

Tinggalkan Balasan