kabut meremang menisik

malamku yang cabik

menyulam kelam rinduku

mengkristal padamu

kartupos melayang dari kelam dada

menuju alamat sebuah kota

mewartakan puisi separuh jadi

ke kabut senjamu kabut di kota hati


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *