kutulis sajak-sajak tentang musim
meski kaubaca sebagai mata yang pejam
tak hirau airmata api di raut wajah negri
tapi musim selalu pergi
dan datang. juga musim api
dan airmata yang bandang
dan aku masih saja menulis
tentang awan dan bunga kertas
dan kabut gunung
yang meringas

Tinggalkan Balasan