begitulah, kutuk sang kala
telah ujud di gurat palma
ujung ibu jari telah pupus
dimangsa huruf-huruf sekali baca
seperti tak lelah menghapus
embun semalam hinggap di kaca
dan tiap dering membuatmu terjaga
sebab waktu tak lagi dapat
kautaruh di bidang meja

Tinggalkan Balasan