biarlah kutuliskan cemasku
di geram yang berpusar di dada ulu
di demam lelaki tua tersebab mimpi
di relung mata, di pusar dahi

Dimuat di Jurnal Nasional, Minggu, 04 Mei 2008


One response to “Biarlah Kutulis”

  1. Avatar riri
    riri

    menurut g puisina simple tapi bagusss bgt!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *